Apakah Aku Sudah Lebih Baik dari Anak TK ?


Ketika seseorang sudah mulai bertambah usianya, secara tidak langsung ia akan merasa menjadi lebih baik dari yang usianya lebih muda darinya. Tetapi pernahkah disadari bahwa terkadang kita bahkan lebih buruk dari anak TK sekalipun, terutama dalam hal tata krama dan kesopanan? Tidak perlu dalam semua aspek kehidupan, hanya dalam sikap di dalam Vihara apakah kita sudah lebih baik dari anak TK?

1.       Namaskara, Anjali dan Cara Berpakaian

Apakah cara ber-namaskara kita sudah benar? Apakah setiap kita ke Vihara kita sudah ber-namaskara di depan altar Sang Buddha? Apakah saat bertemu anggota Sangha kita sudah ber-anjali dan memberikan salam?

Memang terlihat sepele, tetapi tanpa sadar kita sering melupakan hal tersebut. Bahkan terkadang bukannya lupa, tetapi berpura-pura lupa karena malas. Beberapa orang datang ke vihara hanya berfoto-foto, berbincang-bincang dengan teman-teman, atau mungkin ada yang membantu membersihkan vihara tetapi tidak ber-namaskara sama sekali di depan altar Sang Buddha saat berkunjung ke vihara. Melihat anggota sangha pun masih ada yang tidak beranjali, atau bahkan membuang muka pura-pura tidak melihatnya. Begitu pula dengan cara berpakaiannya. Beberapa orang masih saja ada yang datang ke Vihara menggunakan celana pendek diatas lutut, baju tanpa lengan dengan alasan untuk tampil Stylish.

2.       Sikap saat di Vihara

Saat di Vihara, apakah kita masih suka  lupa untuk menjaga kerapihannya? Meletakan alas sepatu ditempatnya dengan rapi, meletakan kembali alas duduk dan buku paritta setelah digunakan, membuang sampah pada tempatnya. Ya, mungkin hampir dari kita semua sudah melakukan hal tersebut, tetapi bagaimana jika kita melihat ada sampah yang tidak pada tempatnya? Tempat duduk dan buku paritta yang berantakan atau sepatu yang tidak pada tempatnya? Vihara haruslah kita jaga dan rawat dengan cinta kasih. Membantu membersihkan altar, menuangkan minyak dialtar saat habis, menyusun buku paritta dan alas tempat duduk dengan rapi, sampai dengan menyapu lantai vihara, membersihkan sarang laba-laba di langit-langit dan bahkan membesihkan toilet vihara yang kotor. Memang terkadang di vihara sudah ada pengurusnya, tetapi apa salahnya jika kita ikut membantu merawat vihara?

Seseorang berkata, semua umat datang ke vihara untuk mencari jasa-jasa kebajikan tertinggi namun kebanyakan umat lupa bahwa jasa kebajikan tertinggi adalah merawat vihara.

3.       Perilaku saat Kebaktian

Kebaktian di vihara sudah menjadi hal yang sangat umum dilakukan. Sangat terlalu umum sampai terkadang banyak orang berperilaku seenaknya saat kebaktian. Bercerita dengan teman sebelahnya sehingga mengganggu umat lainnya, bermain games, membuka Social media, chattingan, lupa silent handphone, menggunting kuku, bahkan menelepon saat kebaktian sedang berlangsung di dalam Dhammasala. Selain itu semua, terkadang ada pula yang tidak sadar melangkahi atau menginjak paritta dan meletakannya dilantai (tempat yang kurang pantas). Bahkan terkadang posisi duduk pun menjadi tidak sopan karena sudah terlalu sering ikut kebaktian sampai lupa diri. Memeluk lutut, meluruskan kaki dengan tangan menopang dibelakang, atau memeluk salah satu kaki dengan posisi kaki menghadap altar sangat sering dilakukan pada saat kebaktian maupun tidak kebaktian.

4.       Sikap saat Berdana pada Anggota Sangha

Berdana kepada anggota sangha baik saat pindapatta, dana makanan, ataupun dana kathina merupakan salah satu kegiatan yang sering dilakukan. Walaupun sering dilakukan, masih saja ada yang tidak melakukannya dengan baik. Berpindapatta masih dengan menggunakan alas kaki, melepas dana ke dalam patta (bowl) dengan tidak sopan dan terburu-buru sehingga menjadi melempar dana ke dalam bowl. Ketika pindapata makanan nasi di vihara, sendok menyetuh bowl, meletakan nasi dengan cara didorong bukan disendok ke dalam bowl, dan sebagainya. Selain itu banyak pula yang belum tahu bahwa ketika anggota sangha yang berpindapatta hanya sedikit, akan lebih baik jika  kita melakukannya sambil berlutut, bukan berdiri. Begitupula saat selesai dana makanan, alangkah lebih baik jika kita membantu membersihkan bowl yang telah digunakan. Dan tidak lupa setelah melakukan dana apapun kepada anggota sangha, sepatutnya kita beranjali terlebih dahulu.



Jadi, bagaimana? Dari keempat kategori diatas, apakah kamu sudah lebih baik dari anak TK? Tentu hanya dirimulah yang tahu dan bisa menjawabnya. Semoga setelah bisa menjawabnya dan mengintrospeksi diri sendiri, kita dapat menjadi pribadi yang lebih baik. Malu dong dengan usia jika perilaku kita masih lebih buruk dari anak TK.

Komentar

Postingan Populer