10 Bandara yang Pemicu Adrenalin di Dunia
Dari sekian
banyak bandar udara di dunia, ada beberapa bandara yang dikenal sangat
berbahaya. Penyebab bandara tersebut disebut berbahaya sangat bermacam-macam.
Ada yang dikarenakan panjang landasan pacu yang pendek, dikelilingi oleh
tebing-tebing tinggi, tidak adanya zona pengaman ataupun traffic udara yang
sangat padat. Dari seluruh bandara yang ada di dunia, inilah daftar 10 bandara
yang terkenal sangat berbahaya baik pada saat lepas landas ataupun saat mendarat.
1.
Princess
Juliana Airport, Belanda
Princess Juliana Airport yang berlokasi di Saint Marteen Belanda terkenal
dengan citranya yang spektakuler. Pesawat yang akan mendarat ataupun lepas
landas di bandara ini harus terbang melewati pantai dan jalanan dengan sangat
rendah. Karena terlalu rendah, tak jarang pancaran jet dari pesawat beberapa
kali memecahkan kaca mobil. Di bandara ini, saat lepas landas pilot pun harus
membelok tajam ke kanan dan memutar guna menghindari gunung di ujung landasan.
2.
Pulau Barra, Skotlandia
Baraa Airport merupakan satu-satunya bandara yang terletak di pantai
umum. Letaknya yang berada di
pantai membuat lintas udara di pulau Barra bergantung pada pasang
surutnya samudra Atlantik. Saat pasang naik, seluruh landas pacu terendam air
laut sehingga tidak
memungkinkan untuk lepas landas ataupun mendarat.
Pendaratan langsung pesawat di teluk landai ini sangat berbahaya karena selain berlokasi di pantai, landasan pacu yang dimiliki
juga sangat pendek. Bahkan, tiga landasan
pacu yang terdapat di Barra aiport ini hanya ditandai dengan tiang-tiang kayu.
3.
Lukla, Nepal
Bandara Lukla di Nepal merupakan bandara yang harus dihampiri oleh para
pendaki yang ingin mendaki di Mount Everest jika mereka tidak ingin berjalan
selama seminggu. Pendaratan hanya bisa dilakukan oleh pilot dengan pesawat yang mengarah ke gunung karena landas pacu di Bandara Lukla menurun
sekitar 12 persen. Selain itu tepat di ujung landasan pacu terdapat jurang sedalam 600 meter.
4.
Madeira, Portugal
Bandara Madeira di Portugal sering juga disebut dengan
Bandar udara Funchal atau
pada jaman dahulu dikenal sebagai Bandar Udara Santa
Catarina. Saat pertama kali
dibuka pada
tahun 1964, bandara ini hanya memiliki dua landasan pacu
sepanjang 1.600 m. Akan
tetapi karena kecelakaan pada tahun 1980, landasan pacu bandara ini
diperpanjang dengan 150 tiang beton untuk sanggahan. Meskipun landasan pacu
telah diperpanjang, letak bandara yang berdekatan dengan tebing curam, pegunungan,
dan laut membuat bandara ini termasuk kedalam salah satu
bandara paling berbahaya di dunia. Letak ini pula yang membuat penumpang merasa seolah menabrak gunung
karena pilot baru bisa membalik arah pesawat di menit
terakhir di ujung landasan. Hal
tersebut tentu tidak dapat diremehkan sehingga hanya pilot-pilot berlisensi
khusus yang diperbolehkan melakukan pendaratan di bandara ini.
5.
Courchevel, Perancis
Bandara di wilayah Saint Bon Tarentaise,
pegunungan Alpen Perancis, terletak di kawasan ski Courchevel
pada ketinggian
2000 meter dan memiliki landas pacu sependek 537 meter. Tidak hanya pendek, landasan pacu bandara ini juga sangat curam karena
memiliki kemiringan sebesar 18,5%. Hal tersebut menyebabkan pendaratan di bandara
ini hanya bisa dilakukan oleh pesawat kecil dengan langsung
mengarah ke tebing. Lepas landas pun dilakukan dengan cara seperti peloncat ski. Oleh karena itu bandara ini dijuluki Altipol dan hanya pilot bersertifikat khusus saja yang
diizinkan mendarat atau lepas landas di bandara ini.
6.
Tegucigalpa, Honduras
Bandara yang terletak di
ibukota Honduras ini mempunyai tiga tingkat kesulitan. Pertama, landasan pacunya yang tergolong pendek karena hanya mempunyai panjang 2 km. Kedua, bandara ini terletak di kawasan pegunungan yang mengharuskan pilot harus
berbelok tajam melewati beberapa puncak gunung sebelum melakukan pendaratan. Terakhir,
bandara ini hanya memiliku satu landasan pacu bergelombang yang terletak di lembah pegunungan sehingga menyulitkan dalam proses lepas landas dan pendaratan.
7.
Saba Airport – Pulau Saba,
Karibia
Bandara Saba dijuluki sebagai bandara dengan landasan pacu terpendek di
dunia karena panjangnya yang hanya 1.300 meter. Selain itu, letak bandara yang dikelilingi
oleh jurang dengan angin laut yang kencang membuat pilot tidak boleh berbuat
salah sedikitpun. Bahkan untuk melakukan pendaratan, pesawat harus terbang ke
arah tebing sebelum berbelok tajam ke kiri dan akhirnya mendarat dengan mulus.
8.
Matekane Airport – Lesotho
Bandara Matekane terletak menghadap persis ke jurang di pegunungan setinggi 2.000 kaki.
Kondisi angin berperan penting dalam menentukan proses penerbangan maupun
pendaratan sehingga untuk
melakukan pendaratan maupun lepas landas dari bandara
ini, dibutuhkan pilot
berkualitas khusus. Ketegangan pun akan dialami oleh penumpang ketika
pesawat lepas dari landasan pacu. Hal ini dikarenakan pesawat hanya dihadapkan pada dua
kemungkinan, berhasil terbang ke udara atau jatuh dulu ke dalam jurang baru kemudian
terbang perlahan ke udara.
9.
Gustav Airport III – Saint
Barthelemy
Gustav Airport juga dikenal dengan nama Saint
Barthelemy Airport dan St Jean Airport karena letaknya yang ada di desa St Jean di pulau Saint
Barthelemy Karibia. Bandara kecil ini mempunyai landasan pacu yang sempit, pendek, berpapasan dengan lereng dan jalan utama
kota serta berhadapan langsung dengan laut. Untuk melakukan pendaratan, pesawat pun harus menukik tajam karena harus melewati bukit di ujung landasan
pacunya.
10.
Sea Ice Runaway Airport –
Antartika
Karena letaknya yang ada di Antartika,
bandara ini memiliki landasan pacu yang terbuat dari es laut di Ross Island yang diukir setiap
tahun. Landasan pacunya mempunyai panjang 2,5 mil dan beroperasi pada saat musim panas di
Antartika. Bandara ini bahkan pernah meleleh sehingga memaksa semua jadwal
penerbangan dibatalkan ataupun dialihkan. Untuk
menghindari tenggelam karena retakan es yang bisa saja terjadi, pilot harus menjaga
agar tidak mendarat dengan tekanan terlalu berat.
Tentunya selain tantangan akan retakan es, licinnya landasan pacu ini juga
merupakan tantangan yang harus dihadapi oleh para pilot.
Komentar
Posting Komentar