Pertemanan dari Sebuah Kompetisi

Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Accounting Challange 2012 tanggal 29-31 Oktober 2012, lomba akuntansi tingkat Provinsi yang diikuti beberapa SMK dan SMA se-Banten.

Hal yang terlintas diotak setiap orang kalau mengikuti lomba pasti "harus menang, harus buat bangga sekolah, guru, teman-teman dan keluarga". Sama seperti teman satu tim gue, motivasi awal gue yang hanya mengikuti lomba untuk menambah pengalaman menjadi berubah karena dia mengingatkan kalau ini tahun terakhir gue di SMK jadi gue harus menang, harus membuat bangga sekolah, buat bangga guru-guru, teman-teman dan keluarga gue.
Saat mulai persiapan lomba, motivasi gue pun bertambah. Gue bukan cuma mau menang lomba, gue mau buat tim gue menjadi tim paling kompak dan solid diatara tim dari sekolah lainnya.


Lomba dimulai dan gue merasa tujuan gue untuk menjadikan tim gue kompak dan solid pas hari H menjadi kenyataan. Walaupun tidak menang sama sekali, tapi terdapat banyak sekali hal berharga yang gue dapatkan. Salah satunya gue bisa berkenalan dengan anak dari SMK lainnya.
And the story begin..

Setelah 3 tahun berlalu, gue sadar satu hal lagi. It's not about competition, but it's all about friendship. 3 tahun yang lalu, bermula dari hanya lomba tahunan biasa gue kenal dengan 3 anak dari sekolah lain. Sesaat setelah lomba sambil menunggu pengumuman hasil lomba, kita have fun bareng dengan makan dan bercanda bareng. Menjelang perlombaan lain, tim gue dan tim mereka bertemu kembali, ngobrol bareng, tukar pendapat, sharing, dan lainnya. Sesaat setelah lulus, kita masih saling sharing lewat media chatting seperti Line, BBM, Whatsapp, dll.

Banyak hal yang gue dapatkan dari anak SMK lain itu, gue belajar bagaimana cara berjuang dalam hidup, gue belajar investasi, gue belajar bahwa semua orang berjuang di jalannya masing-masing, semua berjuang menuju arah yang lebih baik menurut versi mereka masing-masing.
Salah satu anak sekolah lain itu, sekarang lebih maju dalam rohaninya, lebih dewasa dalam berpikir, bisa berinvestai danmembuat plan hidup yang luar biasa. Anak lainnya, sejak dulu memang lebih dewasa dalam berpikir dan sekarang gue sudah melihat dia sedang berjalan dengan nyaman menuju puncak setelah semua perjuangan yang telah dia lakukan selama ini.
Mereka, mengajarkan banyak hal. karena mereka gue kenal organisasi kemanusiaan yang membuat gue lebih bersyukur dalam hidup, karena melihat perjuangan mereka di jalan mereka gue juga tetap semangat dalam berjuang di jalan gue, dan karena melihat mereka yang telah berubah dan berkembang menjadi pribadi yang lebih baik, lebih waw rohaninya, gue juga ingin terus berubah menjadi pribadi yang lebih baik

Setelah 3 tahun berlalu dan kembali berkumpul bersama.
Lomba itu, bukan hanya sekedar lomba biasa. Berkat lomba itu, gue bertemu temu teman baru yang mengajarkan gue banyak hal. Berkat lomba itu, tim gue juga menjadi lebih solid dan kompak.

Tim gue, setelah 3 tahun berlalu, walaupun kita berbeda universitas tapi masih saling menjaga hubungan baik. Tim sekolah lain itu dan tim sekolah gue, kita semua tidak ada yang satu universitas tapi kita semua tetap saling menjaga komunikasi. Dengan perbedaan itu dan tetap terjaganya komunikasi, semakin banyak hal positif dari mereka yang menjadi sebuah pelajaran indah buat gue.

Lomba itu seakan sudah tidak terlalu berarti, menang atau kalah itu sudah hal biasa. Dan dengan seiring berjalannya waktu, menang dalam lomba menjadi tidak penting. Karena yang penting adalah bagaimana proses dalam menjalani lomba itu. Pertemanan baru yang terjalin, semakin eratnya teman dan kenalan yang ada, itulah yang menjadi sesuatu yang berharga. Menang dalam lomba, mendapatkan hadiah uang, mendapatkan piagam ataupun piala, momen itu dapat terlupakan. Uang pasti akan habis, piagam ataupun piala hanya bisa dikenang jika dilihat, tetapi pertemanan yang terjalin akan selalu ada karena teman yang baik adalah salah satu hal yang berharga yang bisa dimiliki dalam hidup.

Komentar

Postingan Populer