Perjalanan Menuju Praha (2)
Sesampainya di Praha, gue dijemput oleh saudara gue yang tinggal disana. Dari bandara kita pergi menuju pusat kota dengan sebuah bus yang lu bisa naiki di halte dekat bandara. Ya tentu lu harus membeli tiketnya terlebih dahulu. saat lu masuk bus, seperti ada mesin untuk memasukan tiket tersebut yang memprint suatu tulisan di tiket.
Turun dari bus, saatnya mencari hotel. Bangunan di Ceko pada umumnya kotak-kotak, layaknya banguan tua. Begitu pula dengan hotelnya. Hanya beberapa hotel terkenal seperti Ibis yang mempunya bangunan dengan konsep modern.
Ketika lu mampir ke supermarket, lu akan sulit menemukan air meneral, karena yang ada hanyalah air soda atau air dengan sedikit rasa seperti miz*** fresh in. Bahkan harga air mineral lebih mahal atau setara dengan harga soda. Suatu hal yang cukup mengejutkan bagi gue. Di depan toko, lu bisa menemukan satu atau dua PKL yang berjualan buah segar diatas satu atau dua meja. Tentu saja mereka "tahu diri" karena tidak memakan terlalu banyak jalan sehingga tidak menggangu pejalan kaki maupun si pemilik toko. Itulah yang membedakan PKL disana dan di Indonesia. Walaupun tidak terlihat polisi dan peraturan di pinggir jalan, mereka selalu tertib.
Mata uang Ceko saat itu tidak begitu mahal. 500 mata uang Ceko (500Kc), sama dengan 250.000 rupiah. Tidak terlalu mahal bukan? Harga MRT juga tidak terlalu mahal untuk kawasan negara Eropa, satu stasiun hanya 8Kc. Tarif yang dikenakan juga progresif, jika lu pergi sepanjang 4 stasiun, jadi lu harus membayar 32Kc. Cukup adil bukan? Untuk membeli tiket di stasiun, ada sebuah mesin yang besarnya seperti mesin minuman kaleng otomatis yang ada di TV. Disana ada tulisan seberapa banyak lu ingin pergi. Untuk menuruni tangga menuju MRT, lu harus memasukan karcis tersebut kedalam sebuah lubang yang memprint sesuatu di karcis seperti tiket bus tadi. Sebenarnya dengan sistim begitu, bukankah kita dapat menggunakan tiket berkali-kali? Tidak ada pengawasan bukan? Ya, memang begitu tapi jika kalian ketahuan oleh petugas, rumah kerabat kalian yang di Ceko dapat didatangi petugas dan diwajibkan membayar denda yang besar, bahkan kepemilikan rumah tersebut dapat diambil oleh pemerintah. Jika anda menjadi turis? Otomatis anda akan dideportasi saat itu juga mungkin. Lagi dan lagi, walaupun tidak terdapat pengawasan yang ketat, masyarakat disana selalu menaati peraturan.
Turun dari bus, saatnya mencari hotel. Bangunan di Ceko pada umumnya kotak-kotak, layaknya banguan tua. Begitu pula dengan hotelnya. Hanya beberapa hotel terkenal seperti Ibis yang mempunya bangunan dengan konsep modern.
Ketika lu mampir ke supermarket, lu akan sulit menemukan air meneral, karena yang ada hanyalah air soda atau air dengan sedikit rasa seperti miz*** fresh in. Bahkan harga air mineral lebih mahal atau setara dengan harga soda. Suatu hal yang cukup mengejutkan bagi gue. Di depan toko, lu bisa menemukan satu atau dua PKL yang berjualan buah segar diatas satu atau dua meja. Tentu saja mereka "tahu diri" karena tidak memakan terlalu banyak jalan sehingga tidak menggangu pejalan kaki maupun si pemilik toko. Itulah yang membedakan PKL disana dan di Indonesia. Walaupun tidak terlihat polisi dan peraturan di pinggir jalan, mereka selalu tertib.
Mata uang Ceko saat itu tidak begitu mahal. 500 mata uang Ceko (500Kc), sama dengan 250.000 rupiah. Tidak terlalu mahal bukan? Harga MRT juga tidak terlalu mahal untuk kawasan negara Eropa, satu stasiun hanya 8Kc. Tarif yang dikenakan juga progresif, jika lu pergi sepanjang 4 stasiun, jadi lu harus membayar 32Kc. Cukup adil bukan? Untuk membeli tiket di stasiun, ada sebuah mesin yang besarnya seperti mesin minuman kaleng otomatis yang ada di TV. Disana ada tulisan seberapa banyak lu ingin pergi. Untuk menuruni tangga menuju MRT, lu harus memasukan karcis tersebut kedalam sebuah lubang yang memprint sesuatu di karcis seperti tiket bus tadi. Sebenarnya dengan sistim begitu, bukankah kita dapat menggunakan tiket berkali-kali? Tidak ada pengawasan bukan? Ya, memang begitu tapi jika kalian ketahuan oleh petugas, rumah kerabat kalian yang di Ceko dapat didatangi petugas dan diwajibkan membayar denda yang besar, bahkan kepemilikan rumah tersebut dapat diambil oleh pemerintah. Jika anda menjadi turis? Otomatis anda akan dideportasi saat itu juga mungkin. Lagi dan lagi, walaupun tidak terdapat pengawasan yang ketat, masyarakat disana selalu menaati peraturan.
![]() |
| Salah satu bangunan di Praha yang lagi dan lagi begaya tua. rasanya semua bangunan di Eropa mempunya design yang seperti ini. |



Komentar
Posting Komentar