Two Way, not One Way

Komunikasi antara dua pihak harus berlangsung 2 arah, kalau tidak akan terjadi miss communication. Ya itulah yang dipelajarin selama ini. Tapi belum tentu dipraktekan pada kenyataannya..
Dalam hal lain juga demikian seperti pengertian, rasa menghormati, dsbnya,,


Contohnya dalam keluarga, komunikasi, sikap saling menghormati, menyayangi dan pengertian harusnya 2 arah bukan 1 arah..
Bukan hanya anak yang menghormati orang tua, tapi juga orang tua yang memaklumi perbedaan situasi jaman dulu dan jaman sekarang..
Bukan hanya orang tua mengerti anaknya tapi juga anak yang mengerti orang tuanya..
Namun kenyataannya yang terjadi bukan 2 arah tapi hanya 1 arah dan itu sering sekali terjadi dan mengakibatkan salah satu pihak kecewa, terluka, mellow, depressed, dsbnya.,
Kadang orang tua hanya menginginkan anaknya sukses, nurut, berbakti, dsbnya tapi lupa terhadap perasaan anaknya..
Kadang anak hanya menginginkan orang tuanya mengerti perasaan dan kondisinya tapi sampai lupa kalau orang tuanya juga harus dimengerti perasaan dan kondisinya..
Kadang pula si anak menganggap kalau mereka sudah cukup mengerti kondisi orangtuanya padahal yang sebenarnya diinginkan , dimaksud orang tuanya bukanlah seperti yang ada dipikirannya,. Begitu pula sebaliknya..
Kadang si anak ingin sekali mengerti dan memahami orang tuanya, menjadi anak berbakti, membahagiakan orang tuannya, dsbnya tapi si anak berpikir orang tuanya terlalu banyak berharap pada si anak, si anak merasa tidak sanggup dan menjadi depressed / tertekan..
Kadang orang tua ingin sekali dan berharap anaknya menjadi yang terbaik, sukses, berhasil tapi karna si anak tidak sadar, orang tua menjadi kesal, sedih, jengkel atau bahkan mulai melakukan tindakan wrong lainnya seperti membanding-banding kan, memarahi, memukul, memberi punishment luar biasa yang justru mungkin membuat si anak tambah menjadi-jadi dan kesedihan luar biasa si orang tua,.
Kasus miss communication diatas bukan cuma terjadi antara anak dan orang tua tapi juga antar sahabat, kakak - adik, pasangan, dsbnya..

Dan sebenarnya kunci menghindar dari miss communication diatas cuma ada dua..
Pertama, berkomunikasilah sesering mungkin, utarakan perasaan, keinginan, maksud dan tujuan.. Kalau ya bilang ya, kalau tidak bilang tidak, jangan diputar-putar, tidak to the point, munafik, dsbnya,,
Kedua, jangan hanya mau didengar, dimengerti, dipahami tapi juga mau dan belajar untuk mendengar, mengerti, memahami.. Remember, it's not One way, but it's Two Way..

Mungkin gampang untuk menulis, membaca, say yes & agree dengan artikel ini, tapi sebenarnya untuk mempraktekkannya sangatlah susah..
Namun kalau tidak dicoba dipraktekan dari sekarang, kapan akan berhasil?
Jadi selamat mencoba 2 kunci diatas,
Good Luck n God Bless ^^

Komentar

Postingan Populer